Stone jumping

ORAHILI FAU

Salah satu desa tradisional tertua dan paling damai di Nias Selatan, Orahili Fa'u juga merupakan salah satu desa terakhir yang jatuh selama invasi Belanda.

Desa Orahili Fa’u merupakan salah satu desa tradisional tertua di Nias Selatan yang merupakan tempat leluhur masyarakat Bawomataluo berasal. Desa yang berada di Kecamatan Fanayama dan tidak jauh dari Bawomataluo ini menurut sejarah merupakan benteng terakhir penaklukan Belanda di Pulau Nias karena perlawanannya yang cukup kuat sehingga Belanda membutuhkan waktu yang lama untuk bisa masuk ke desa ini.

Orahili Fa’u ini berjarak 12 Km dari pusat Kota Teluk Dalam dengan jarak tempuh 30 menit. Terdapat 70 rumah adat berjejer di kiri kanan dengan batu setinggi 210 cm untuk lompat batu ditengah-tengahnya.

Desa Orahili Fa’u merupakan alternatif untuk dikunjungi para wisatawan jika ingin mencari desa tradisional yang tidak ramai pengunjung, nyaman dan ingin berinteraksi langsung dengan penduduk lokalnya. Pengunjung bisa menikmati atraksi lompat batu dan tari perang di desa ini Pengunjung bisa menikmati atraksi lompat batu dan tari perang di desa ini (dengan membayar sejumlah biaya yang disepakati).