PANTAI PASIR MERAH

Pantai Pasir Merah atau Gawu Soyo dalam bahasa daerah Nias merupakan satu-satunya pantai yang pasirnya berwarna pink di Pulau Nias, yang hanya dapat ditemukan di desa Ombolata, Kecamatan Afulu

Pantai Pasir Merah atau Gawu Soyo dalam bahasa daerah Nias merupakan satu-satunya pantai yang pasirnya berwarna pink di Pulau Nias, yang hanya dapat ditemukan di desa Ombolata, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara ini. Pantai ini terbentang sepanjang 2,2 kilometer dengan lebar antara 20 – 100 meter. Warna pasir di pantai ini terlihat lebih merah di pagi hari, semakin sore berubah menjadi merah kecoklatan.

Pantai Pasir Merah yang sering disandingkan dengan Pink Beach di Pulau Komodo ini merupakan salah satu icon wisata pantai yang wajib dikunjungi saat berada di Pulau Nias. Pasir merah yang menawan di Gawu Soyo ini dari jauh terlihat sekilas seperti tanah liat yang berwarna merah. Namun apabila di sentuh, ternyata pasir tersebut bukanlah tanah liat seperti yang kita bayangkan karena warna merah pasir ini sangat pekat dan bulir-bulirnya yang begitu halus. Makanya saat berjalan di atas pantai ini, bulir-bulir pasir lembutnya suka menempel ditubuh kita. 


Menurut mitos yang berkembang dan dituturkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat dikatakan bahwa warna merah di pantai ini berasal dari darah ular Haria (ular Naga versi masyarakat Nias) yang berhasil dibunuh oleh Satria Laowömaru di goa ular yang berada 8 km dari Gawu Soyo. Darah ular tersebut terciprat dan menyebar ke seluruh penjuru pantai di desa Ombölata Afulu dan abadi hingga kini. Namun secara geologi, pasir yang merah ini merupakan hasil dari pengikisan dan pecahan terumbu karang berwarna merah dari tengah laut yang terbawa ombak ke pantai ini.

Pantai ini tepat berada di tepi jalan raya sehingga mudah ditemukan. Berjarak 80 km dari pusat Gunungsitoli (2,5 – 3 jam berkendara). Dari Pantai Tureloto dibutuhkan waktu ± 40 menit menuju pantai eksotis ini, dan biasanya wisatawan berkunjung ke sini usai menikmati wisata pantai di Tureloto. 

Berhubung karena lokasinya yang berada di sisi barat laut Pulau Nias, pantai ini menjadi salah satu spot untuk berburu sunset. Tak jarang terlihat para fotografer datang untuk mengabadikan matahari terbenam di pantai yang masih perawan ini. Apalagi tepat di depannya tampak Pulau Wunga yang merupakan salah satu pulau terdepan dan terluar di Indonesia. Tak jauh dari pantai ini pula (sekitar 5 km ke arah barat) dapat dijumpai Pantai Walo yang merupakan salah satu tempat berselancar air (surfing) di Nias Utara.

Wisatawan yang berkunjung tidak disarankan untuk berenang di pantai ini karena lokasinya yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia sehingga memiliki ombak yang besar menggulung dan arus bawahnya yang kuat. Namun demikian para pegunjung bisa berfoto, bermain pasir sambil menikmati air kelapa muda yang bisa dipesan kepada penduduk yang tinggal di sekitar pantai ini. Warna air lautnya yang biru sebening kristal dan langit biru serta pasir merah menjadi kombinasi yang pas untuk menghasilkan foto yang bagus.