SIWAHILI TUMORI

Salah satu desa tradisional Nias Utara terakhir yang tersisa, Siwahili Tumori memiliki sepuluh rumah berbentuk oval yang berusia lebih dari seabad.

Tumori merupakan sebuah perkampungan tradisional yang terletak di wilayah Kota Gunungsitoli, hanya berjarak 23 Km dari bandar udara Binaka dengan waktu tempuh 45 menit berkendara.


Perkampungan tradisional Tumori merupakan salah satu perkampungan tradisional khas Utara Nias yang masih terjaga yang memiliki 10 rumah adat oval dan berkolong yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Omo Hada Laraga, sebutan untuk rumah adat bentuk oval dalam bahasa Nias memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri karena keseluruhan bagian rumah (kecuali atap yang terbuat dari daun rumbia) terbuat dari kayu dan tidak menggunakan pasak besi/ paku untuk menghubungkan setiap persambungan dalam rumah adat tersebut. Selain itu, tiang pondasi rumah yang juga terbuat dari kayu tidaklah ditanam di dalam tanah melainkan didirikan di atas batu sehingga apabila terjadi gempa bumi maka rumah ini akan tetap kuat dan tidak ambruk. Hal ini terbukti saat gempa bumi dengan kekuatan 8,7 SR melanda Nias pada tahun 2005 yang lalu, rumah-rumah adat Nias ini tetap berdiri kokoh karena strukturnya yang tahan gempa meskipun rumah beton di sekitarnya pada ambruk dan hancur.

Pembuatan bangunan Omo Hada Laraga ini dulunya terinspirasi dari kapal yang digunakan oleh leluhur masyarakat Nias yang dikenal sebagai pelaut yang ulung dan juga atas pengalaman mereka saat bencana tsunami dan gempa bumi dahsyat yang melanda Nias di abad ke-18, sehingga mereka mendirikan rumah di atas perbukitan dengan bentuk berkolong dan oval sebagai solusi dari bencana tersebut. Sekilas, rumah-rumah adat Nias ini memang terlihat seperti kapal terutama di bagian dindingnya yang miring seperti badan kapal.

Perkampungan tradisional ini dulunya adalah sebuah Öri (secara harafiah berarti cincin, lingkaran, dan selanjutnya disebut sebagai sekelompok desa), kelompok desa yang dimiliki oleh rumpun marga yang sama yang merupakan sebuah unit teritorial. Hal ini dibuktikan oleh hampir keseluruhan penduduk yang berada di desa ini dan juga desa sekelilingnya bermarga Zebua. Desa tersebut adalah Tumöri O’o, Orahili Tumöri, Tumöri Gada, Tumöri Balöhili, Sihare’ö Siwahili and Lölömoyo Tuhemberua. Namun perkampungan tradisional yang masih bertahan hingga saat ini hanyalah Tumori dan Sihare’o Siwahili.

Sihare’o Siwahili berada tak jauh dari Tumori, hanya 5 menit berkendara. Di perkampungan ini juga terdapat 5 buah Omo Hada.

Rumah Adat dan pola perkampungan Selatan dan Utara Nias memiliki perbedaan signifikan, dimana rumah adat Utara bentuknya oval sementara Selatan berbentuk persegi panjang. Demikian juga pola perkampungannya, di Utara rumah adatnya dibangun secara random dan berjauhan sementara di Selatan menyatu membentuk huruf L atau T dengan rumah raja/ bangsawan dengan status sosial tertinggi berada di tengah-tengah baru diikuti oleh rumah-rumah adat lainnya yang urutannya disesuaikan dengan status sosialnya dalam adat di perkampungan tersebut.